Pemerintah Arab Saudi secara resmi mulai menerbitkan visa haji untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 M lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi percepatan persiapan penyelenggaraan ibadah haji demi meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah dari seluruh dunia.

Penerbitan visa sejak Februari 2026 dinilai sebagai langkah proaktif dalam menghadapi lonjakan jumlah jemaah. Selain mempermudah proses administrasi, kebijakan ini juga memberikan kepastian bagi negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia, dalam menyiapkan keberangkatan.

Arab Saudi Resmi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Sejak Februari

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan bahwa penerbitan visa haji musim 2026 telah dimulai sejak Minggu, 8 Februari 2026, bertepatan dengan 20 Syaban 1447 Hijriah. Langkah ini menandai komitmen pemerintah Saudi dalam meningkatkan efisiensi layanan haji.

Biasanya, proses penerbitan visa dilakukan mendekati musim puncak haji. Namun, pada tahun ini, pemerintah memilih mempercepat tahapan tersebut guna memberikan waktu yang lebih longgar bagi seluruh pemangku kepentingan.


Alasan Percepatan Penerbitan Visa

Percepatan penerbitan visa dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis yang kerap muncul menjelang puncak musim haji. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, kebijakan ini juga mendukung transformasi digital layanan haji yang tengah dikembangkan Arab Saudi melalui berbagai platform resmi.


Dampak Positif bagi Negara Pengirim Jemaah

Bagi negara-negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia, penerbitan visa lebih awal memberikan kepastian jadwal dan memudahkan penyusunan manajemen keberangkatan.

Persiapan kesehatan, transportasi, serta pembekalan manasik juga dapat dilakukan dengan lebih matang.


Persiapan Layanan Haji Diklaim Telah Rampung 100 Persen

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh kontrak layanan di kawasan suci telah diselesaikan sepenuhnya. Hal ini mencakup layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga pendampingan ibadah. haji plus jakarta

Klaim kesiapan 100 persen ini menjadi indikator keseriusan pemerintah Saudi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji.


Kontrak Layanan Kawasan Suci Selesai

Seluruh kontrak layanan di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina telah dituntaskan melalui sistem digital terpadu.

Platform Nusuk menjadi sarana utama dalam pengelolaan layanan, sehingga proses pemantauan dapat dilakukan secara real time.


Peran Platform Nusuk dalam Layanan Haji

Melalui Nusuk, pemerintah Arab Saudi dapat memastikan transparansi kontrak, validasi penyedia jasa, serta perlindungan hak jemaah.

Platform ini juga memudahkan jemaah dalam mengakses informasi layanan selama berada di Tanah Suci.


Akomodasi dan Transportasi Jemaah Disiapkan Maksimal

Selain kontrak layanan, sektor akomodasi di Makkah dan Madinah juga telah dipastikan siap digunakan. Ribuan hotel dan pemondokan telah terverifikasi kelayakannya.

Sementara itu, layanan transportasi darat dan kereta cepat turut disiapkan untuk mendukung mobilitas jemaah.


Data Pendaftaran Jemaah Haji Internasional Capai 750 Ribu Orang

Hingga awal Februari 2026, tercatat sekitar 750.000 calon jemaah haji dari berbagai negara telah mendaftarkan diri melalui sistem resmi Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30.000 paket haji telah dipesan langsung oleh jemaah dari negara asal masing-masing.


Tren Peningkatan Minat Haji Pasca Pandemi

Peningkatan jumlah pendaftar menunjukkan tingginya minat masyarakat dunia untuk kembali menunaikan ibadah haji secara normal setelah masa pembatasan pandemi.

Stabilitas global dan perbaikan layanan turut mendorong lonjakan tersebut.


Skema Paket Haji Mandiri dari Negara Asal

Paket haji mandiri memungkinkan jemaah memilih layanan secara fleksibel melalui platform digital resmi.

Skema ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas pilihan layanan bagi calon jemaah.


Fasilitas Arafah, Muzdalifah, dan Mina Siap Tampung Jemaah

Dalam rangka mendukung kelancaran ibadah puncak haji, Arab Saudi telah menyiapkan sekitar 485 tenda di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Tenda-tenda tersebut dilengkapi fasilitas pendingin udara, sanitasi modern, serta sistem keamanan terpadu.


Standar Kenyamanan dan Keselamatan Jemaah

Setiap tenda dirancang sesuai standar keselamatan internasional, termasuk jalur evakuasi dan sistem pemadam kebakaran.

Pemerintah juga menyiagakan tenaga medis di setiap zona pemondokan.


Peran 73 Kantor Urusan Haji Internasional

Sebanyak 73 kantor urusan haji dari berbagai negara telah menyelesaikan kontrak dasar layanan.

Kantor-kantor ini menjadi penghubung utama antara pemerintah Saudi dan jemaah dari negara masing-masing.


Selaras dengan Visi Arab Saudi 2030

Percepatan penerbitan visa dan penyempurnaan layanan haji merupakan bagian dari implementasi Visi Arab Saudi 2030. 

Melalui visi tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan ibadah sekaligus penguatan sektor pariwisata religi.


Transformasi Digital Layanan Keagamaan

Transformasi digital menjadi pilar utama dalam reformasi layanan haji dan umrah.

Penggunaan aplikasi, big data, dan sistem terintegrasi membantu pemerintah memantau pergerakan dan kebutuhan jemaah. jadwal haji plus 2027


Peningkatan Kapasitas dan Infrastruktur

Pemerintah Saudi terus melakukan ekspansi infrastruktur, termasuk perluasan Masjidil Haram, transportasi massal, dan fasilitas kesehatan.

Langkah ini bertujuan menampung jutaan jemaah setiap tahunnya secara lebih aman dan nyaman.


Harapan Terwujudnya Penyelenggaraan Haji 2026 yang Lebih Berkualitas

Penerbitan visa haji 2026 lebih awal menjadi sinyal kuat keseriusan Arab Saudi dalam mempersiapkan musim haji secara matang.

Dengan klaim kesiapan layanan 100 persen, pemerintah berharap penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lebih tertata, efisien, dan humanis.

Koordinasi berkelanjutan dengan negara-negara pengirim jemaah akan terus dilakukan guna memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal. Diharapkan, kebijakan ini mampu menghadirkan pengalaman ibadah yang khusyuk, aman, dan berkesan bagi seluruh jemaah haji dunia.