Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) resmi mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan platform digital Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi. Integrasi ini menjadi tonggak penting dalam transformasi digital penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, sekaligus memastikan data jemaah haji tervalidasi otomatis secara langsung dengan sistem resmi Arab Saudi.

Langkah strategis ini dilakukan guna meningkatkan akurasi data, memperkuat keamanan sistem, serta mempercepat proses layanan berbasis digital—terutama dalam tahapan pemvisaan Haji 2026.


Integrasi SISKOHAT dan Nusuk Resmi Berjalan Sejak Januari 2026

Integrasi antara SISKOHAT dan Nusuk telah melalui tahapan teknis panjang sejak Oktober 2025. Proses tersebut meliputi penjajakan kebutuhan sistem, penguatan keamanan siber, pertukaran sertifikat digital, hingga uji koneksi aman antar-platform.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenhaj RI, Farosa, menyatakan bahwa sistem dinyatakan terhubung secara aman pada Januari 2026 dan siap beroperasi penuh untuk mendukung layanan haji.


Tahapan Integrasi Sistem Secara Bertahap

Proses integrasi dilakukan melalui beberapa fase utama:

  • Pemetaan kebutuhan teknis antar-sistem

  • Penyesuaian standar keamanan data

  • Pertukaran sertifikat keamanan digital

  • Pengujian konektivitas terenkripsi

  • Evaluasi stabilitas dan performa sistem

Tahap fondasi penguatan tata kelola data sendiri telah dimulai pada masa kepemimpinan sebelumnya, termasuk saat dipimpin oleh Moch. Hasan Affandi yang memprioritaskan kesiapan sistem nasional agar selaras dengan platform layanan Arab Saudi.


Data Jemaah Haji Kini Tervalidasi Otomatis

Dengan integrasi ini, data jemaah haji Indonesia tidak lagi diproses secara manual dalam pertukaran informasi lintas negara. Sistem SISKOHAT kini dapat mengirimkan data langsung ke Nusuk secara otomatis dan terenkripsi. haji onh plus 2027


Dampak Langsung pada Proses Pemvisaan

Integrasi ini berdampak signifikan terhadap proses penerbitan visa haji, antara lain:

  • Validasi data secara real-time

  • Pengurangan risiko kesalahan input manual

  • Konsistensi data antar sistem

  • Percepatan alur pemrosesan visa

Melalui mekanisme ini, data yang dikirim dari Indonesia akan langsung diverifikasi dengan sistem Arab Saudi tanpa perlu entri ulang.


Mengurangi Risiko Keterlambatan Administrasi

Sebelumnya, perbedaan data atau kesalahan input kerap menjadi penyebab keterlambatan pemvisaan. Dengan sistem terintegrasi, potensi mismatch data dapat ditekan secara signifikan.


Keamanan Data Jadi Prioritas Utama

Dalam pengembangan integrasi ini, aspek keamanan siber menjadi perhatian utama Kemenhaj RI. Farosa menegaskan bahwa sistem dirancang dengan prinsip perlindungan data dan standar keamanan nasional.


Sistem Akses Terbatas dan Terenkripsi

Pengamanan dilakukan melalui:

  • Enkripsi end-to-end dalam pertukaran data

  • Pembatasan akses hanya bagi pihak berwenang

  • Pencatatan aktivitas sistem secara akuntabel

  • Monitoring keamanan secara berkelanjutan

Langkah ini penting untuk menjaga integritas dan kerahasiaan data pribadi jemaah haji Indonesia.


Peran Tim Teknis dalam Stabilitas Sistem

Integrasi teknis juga didukung oleh Ali Sadikin sebagai penanggung jawab pengembangan dan pengujian sistem. Tim teknis memastikan koneksi antar-platform stabil dan memenuhi standar keamanan layanan digital internasional.


Transformasi Digital Penyelenggaraan Haji Indonesia

Integrasi SISKOHAT dengan Nusuk bukan sekadar proyek teknis, tetapi bagian dari transformasi besar dalam tata kelola haji nasional.


Menuju Ekosistem Data Haji Terpadu

Ke depan, integrasi ini akan diperluas untuk mencakup:

  • Pengelompokan dan pemaketan jemaah

  • Manajemen kedatangan dan penerimaan di Arab Saudi

  • Proses kepulangan

  • Pengelolaan kontrak layanan

  • Layanan umrah berbasis digital

Dengan sistem yang saling terhubung, seluruh tahapan layanan jemaah dapat berjalan dalam satu ekosistem data yang konsisten dan andal.


Fondasi Layanan Haji Berkelanjutan

Kemenhaj RI menargetkan integrasi ini sebagai fondasi pengembangan layanan digital jangka panjang. Sistem yang adaptif dan responsif akan mempermudah pengambilan keputusan berbasis data (data-driven policy).


Manfaat Strategis bagi Penyelenggaraan Haji 2026

Integrasi SISKOHAT–Nusuk memberikan sejumlah manfaat nyata menjelang musim Haji 2026:


1. Efisiensi Waktu Layanan

Proses administrasi menjadi lebih cepat karena tidak lagi mengandalkan pertukaran dokumen manual.


2. Akurasi dan Konsistensi Data

Satu sumber data resmi mengurangi potensi perbedaan informasi antara Indonesia dan Arab Saudi.


3. Transparansi dan Akuntabilitas

Setiap pertukaran data tercatat dalam sistem sehingga memudahkan audit dan evaluasi layanan.


4. Peningkatan Kepercayaan Publik

Digitalisasi yang terintegrasi meningkatkan keyakinan jemaah terhadap profesionalisme penyelenggaraan haji.


Komitmen Kemenhaj RI terhadap Modernisasi Layanan

Melalui integrasi ini, Kemenhaj RI menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan layanan haji yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi.

Transformasi digital menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas penyelenggaraan haji yang melibatkan ratusan ribu jemaah setiap tahun. Sistem yang terhubung langsung dengan platform resmi Arab Saudi akan memperkuat koordinasi internasional dan memperkecil potensi kendala administratif.


Kesimpulan

Kemenhaj RI integrasikan SISKOHAT dengan Nusuk, data jemaah haji tervalidasi otomatis menjadi langkah strategis dalam transformasi digital penyelenggaraan haji Indonesia. Integrasi ini mempercepat proses pemvisaan, meningkatkan keamanan data, serta menciptakan sistem layanan yang lebih efisien dan transparan.

Dengan konektivitas sistem yang aman sejak Januari 2026, Indonesia memasuki babak baru dalam tata kelola haji berbasis digital. Ke depan, perluasan integrasi akan memperkuat ekosistem layanan dari tahap pendaftaran hingga kepulangan, memastikan jemaah haji Indonesia memperoleh pelayanan terbaik sesuai standar internasional.